Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Barito Selatan menggelar tiga Pelatihan di Desa Mengkatip, yaitu. Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengolahan Aneka Kerajinan Berbahan Dasar Purun dan Eceng Gondog, Pelatihan Vokasional Bagi Pelaku Usaha di Kecamatan Dusun Hilir, dan Pelatihan Pengolahan Aneka Kerajinan Kombinasi Berbahan Dasar Rotan. Bertempat di Aula Kecamatan Dusun hilir yang berlangsung selama 2 hari, Kamis (18-19 Juni 2026)

Pelatihan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan bagi pelaku usaha Industri Kecil Menengah (IKM) sebagai upaya meningkatkan kualitas, daya tarik, dan daya saing produk lokal khas Kabupaten Barito Selatan.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Barito Selatan. Harmito, S.Pd., MM yang di wakilkan oleh Sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Barito Selatan. Arief Purnomo, SP., MT membuka secara resmi Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengolahan Aneka Kerajinan Berbahan Dasar Purun dan Eceng Gondok, Dan Pelatihan Vokasional Bagi Pelaku Usaha di Kecamatan Dusun Hilir, dengan jumlah peserta sebanyak 55 orang.

Dalam Sambutannya, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Barito Selatan, yang di wakilkan oleh Sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Barito Selatan. Arief Purnomo, SP., MT mengatakan pelatihan yang dilaksanakan ini untuk lebih meningkatkan kemampuan pengrajin lokal dalam mengolah motif anyaman rotan, purun dan eceng gondok.

“Sebagaimana kita ketahui, bahwa saat ini industri dan pelaku usaha semakin marak diperbincangkan oleh hampir semua lapisan masyarakat, terkait peranan industri dan pelaku usaha yang begitu penting dalam menopang pembangunan ekonomi bangsa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Arief Purnomo, SP., MT mengimbau kepada seluruh peserta agar dapat memanfaatkan kegiatan pelatihan ini dengan sebaik-baiknya, berbekal dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang didapat.

“Dengan harapan bisa mendorong produktivitas para industri kecil menengah yang hebat, cerdas dan kreatif, semoga ke depannya dapat menjadi kelompok usaha bersama sebagai dasar menuju pembangunan sentra industri untuk membaca peluang pemasaran produk yang sesuai dengan keinginan pasar pungkasnya.,” tambahnya.